0
Rakyat Pos : Tarsius Bancanus Saltator Primata Khas Babel Yang Hampir Punah

Rakyat Bangka Belitung, terutama yang berdomisili di perdesaan tentu mengenal hewan langka jenis Mentilin. Hewan itu bernama latin Tarsius Bancanus Saltator atau Horsfield’s Tarsier. Primata ini hanya tersebar di Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Monyet purba ini dipanggil “mentilin” oleh masyarakat Bangka, sedangkan di Belitung dipanggil dengan nama “pelilean”.

Sejatinya, Tarsius termasuk dalam primata yang dilindungi di dunia karena populasinya yang sedikit dan terancam punah. Dari survey IUCN Species Survival Commission bekerja sama dengan International Primatologi Society (IPS) dan Conservation International (CI) edisi 2008-2010, populasi Tarsius ini kurang dari 1.000 ekor.

Panjang tubuh monyet purba ini sekitar 12-15 cm dengan berat sampai 128 gram. Aktifitas monyet purba ini biasanya dilakukan di malam hari karena primata ini termasuk hewan malam.

Tarsius biasanya tinggal di kanopi daun pohon-pohon di hutan, keberadaanya menempel di pohon sepandangan mata manusia. Hasil penelusuran Rakyat Pos di Hutan Batu Mentas Belitung, primata ini tergolong hewan yang agresif jika merasa terganggu. Deerah teritorial Tarsius jantan sampai 1 hektar hutan sedangkan Tarsius betina sampai 2 hektar.
Yang menarik dari primata ini, Tarsius bisa memutar kepalanya sampai 360 derajat. Tarsius juga memiliki selaput pada jari-jarinya yang bisa membuat primata ini bisa menempel berjam-jam bahkan berhari-hari di pohon.

Selain itu, Tarsius Bancanus ini tergolong primata yang setia pada pasangannya. Penelitian ini pernah dilakukan oleh Budi dari Kelompok Peduli Lingkungan Belitung yang mencoba untuk mengawinkan primata ini dengan tarsius yang bukan pasangannya. Alhasil perkawinan gagal, sang Tarsius betina meninggal karena dampak psikologi oleh Tarsius laki-lakinya.

Cara berkomunikasi primata ini juga tergolong unik. Tarsius berkomunikasi menggunakan gelombang ultrasonik karena ia merupakan primata yang total tidak mempunyai suara. Tarsius tergolong Insectivora atau pemakan serangga. Cara berburu hewan ini adalah dengan melompat dari pohon ke pohon lain, kemudian menggigit mangsanya (serangga) yang sedang tidur karena Tarsius beraktifitas di malam hari saat serangga sedang tidur.

“Kita bisa menemukan primata ini tersebar di hutan Pulau Belitung, namun polulasi terbanyaknya ada di Hutan Batu Mentas Belitung. Tetapi untuk bisa menemukan primata ini harus dengan pengorbanan dan keberanian karena kita harus masuk hutan di malam hari dengan resiko yang tinggi,” kata Budi.

Dipublikasikan oleh: Rakyat Pos
Pada: 15-02-2014
Belitung.Travel

Posting Komentar Blogger

 
Top