0
 Batu mentas Belitung




Museum Kata Andrea Hirata terletak di Jalan Raya Laskar Pelangi No.7, Gantong, Belitung Timur. Suasana yang disajikan novel Laskar Pelangi langsung terasa ketika menginjakkan kaki di halaman depan museum. 
Foto-foto yang dipasang di halaman museum seperti bercerita mengenai perjalanan karya sastra yang menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Belitung ini. Masuk ke dalam museum dan suasana itu semakin terasa. Di ruang ini, dapat dilihat foto-foto sang penulis dengan kalimat-kalimat inspiratif. Salah satunya adalah yang bertuliskan “Bermimpilah karena Tuhan anak memeluk mimpi-mimpimu”. 
Selain itu, juga terdapat cuplikan dari novel yang telah diterbitkan dalam berbagai bahasa ini. Masuk lebih ke dalam, pengunjung akan disambut dengan sebuah ruang yang sangat nyaman, lengkap dengan meja beserta buku-buku yang dibiarkan berserakan di atas meja. Di ruangan ini, juga dipajang foto-foto adegan film Laskar Pelangi. Cover-cover Laskar Pelangi yang diterbitkan di berbagai negara juga menghiasi dinding ruang ini. Ruang utama ini menjadi penghubung ke ruang-ruang yang diberi nama berdasar nama-nama tokoh dalam Laskar Pelangi. Ruang pertama adalah Ruang Ikal. Di ruang ini, pengunjung dapat melihat cuplikan novel yang menggambarkan sosok Ikal. Foto adegan ketika Ikal berpisah dengan Lintang pun menjadi pemandangan yang menarik di ruang ini. Foto ini diambil dari film yang disutradarai Riri Reza. Di sebelah Ruang Ikal, terdapat Ruang Lintang. Lintang merupakan sosok cerdas yang dibanggakan teman-temannya. Di ruang ini, pengunjung dapat melihat foto-foto tokoh Lintang yang diambil dari film Laskar Pelangi. Di antaranya adalah foto Lintang dengan sepeda kesayangannya dan foto Lintang saat berboncengan dengan Ikal. Selain itu, terdapat satu ruang lain yang letaknya agak terpisah dengan Ruang Lintas dan Ruang Ikal. Ruang tersebut adalah Ruang Mahar. Mahar dikenal sebagai sosok nyentrik yang menyukai berbagai bentuk kesenian. Di ruang ini, pengunjung dapat melihat foto-foto seniman yang menjadi inspirasi Mahar, salah satunya adalah Rhoma Irama. Setelah melewati ruang Mahar, pengunjung akan sampai ke Ruang Dapur. Di ruang ini, pengunjung akan melihat sebuah dapur yang diubah menjadi warung kopi. Warkop Kopi Kuli, begitulah papan yang ditempel pada dinding di ruang ini. Di sini, pengunjung dapat memesan kopi sebagai teman bersantai atau berbincang-bincang menikmati suasana museum.
Museum ini didirikan oleh sang penulis novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata. Untuk masuk ke museum yang diresmikan pada Bulan November 2012 ini, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk. 
Museum Kata Andrea Hirata menjadi museum sastra pertama dan satu-satunya di Indonesia. Berkunjung ke museum ini bisa membuat pengunjung mengenal bagaimana karya sastra menjadi bagian penting bagi kehidupan. Dari museum ini, pengunjung bisa mendapatkan inspirasi untuk lebih mencintai karya sastra, baik yang ada di Indonesia maupun luar negeri.


 Batu mentas Belitung

 Batu mentas Belitung





Replika SD Muhamadiyah  Laskar Pelangi yang berada di Kecamatan Gantung, Belitung Timur. Lokasi Replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi ini merupakan lokasi baru. Bangunannya dipindahkan dari lokasi sebelumnya yang berada di halaman SD Negeri 9 Selingsing, tempat syuting film Laskar Pelangi dilakukan. Untuk sampai ke lokasi Replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi, mobil belok ke kanan di ujung perkampungan penduduk, memasuki jalanan tak beraspal dan lalu belok ke kiri menyusur tepian sebuah danau. Berhenti di tepian danau, Replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi terlihat cukup jauh bertengger di atas bukit berpasir putih, yang mengingatkan saya pada warna tanah di Danau Kaolin. 

Di sekolah Muhammadiyah Gantung itu belajarlah 10 anak kampung miskin, yang kemudian disebut Laskar Pelangi oleh Ibu Mus, guru yang setia mendampingi mereka sampai kelas 3 SMP. Mereka adalah Ikal alias Andrea Hirata, Lintang, Sahara, Mahar, A Kiong, Syahdan, Kucai, Borek alias Samson, Trapani, dan Harun. Belakangan bertambah Flo, seorang murid perempuan pindahan, satu-satunya anak orang kaya di sekolah itu. SD Muhammadiyah Gantung yang aslinya sendiri sekarang sudah tidak ada lagi, telah digantikan dengan bangunan permanen dengan dinding terbuat dari tembok. 

Peresmian bangunan Replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi di tempat ini dilakukan pada 27 November 2010, dihadiri oleh Andrea Hirata dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, sebagai bagian dari Festival Laskar Pelangi, sebuah acara yang digagas Andrea Hiirata dan berlangsung selama bulan November tahun itu.


 Batu mentas Belitung

Posting Komentar Blogger

 
Top